Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Galakkan Gerakan 1,000 Hari Pertama Kehidupan
12 Juni 2013

Target 2025: Kurangi angka balita stunting dan wasting, tingkatkan pemberian ASI eksklusif hingga 50 persen dan tidak terjadi peningkatan persentase anak gemuk.

Jakarta, 17 April 2013 – Sejak tahun 2010, PBB mencanangkan program “Scaling Up Nutrition” (SUN) secara global. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas program gizi di negara berkembang termasuk Indonesia dalam menghadapai beban ganda masalah gizi.Tujuan utama gerakan ini adalah mencegah dan mengurangi prevalensi anak pendek (“stunting“) karena kurang gizi kronisdan mencegah kegemukan akibat gizi lebih. Stunting menjadi fokus dari gerakan ini bukan semata-mata karena ukuran fisik, tetapi Stunting mengindikasikan terjadinya kurang gizi khronis dan berulang pada usia dini yang tidak hanya menggangu pertumbuhan fisik tetapi juga mengganggu perkembangan otak dan perkembangan organ-organ penting tubuh sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit tidak menular, seperti Diabetes, Hipertensi dan Penyakit Jantung.

Gerakan global SUN menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dan kemitraan yang dikenal sebagai “Public Private Partnership“. Dalam pendekatan ini kerjasama terpadu antara pemerintah , swasta, industri, akademisi dan masyarakat merupakan kunci dari efektivitas program gizi . Sejak dicanangkannya tahun 2010, saat ini sudah 33 negara yang mengikuti gerakan SUN termasuk Indonesia. Di Indonesia gerakan ini telah di canangkan sebagai Gerakan Peningkatan Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada bulan September tahun 2012

Gerakan ini diadakan oleh karena program gizi yang ada selama ini di banyak negara berkembang dianggap tidak efektif. Salah satu penyebabnya adalah karena pendekatannya yang sektoral, khususnya sektor kesehatan. Masalah gizi yang kompleks tidak dapat ditangani oleh satu atau dua sektor, termasuk sektor kesehatan saja – demikian menurut Prof. Soekirman, PhD, Ketua Yayasan Institut Danone Indonesia, dan Dra. Nina Sardjunani, MA, Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Bappenas, yang juga Ketua Pelaksanan gerakan SUN Indonesia sebagai nara sumber utama dalam seminar tentang 1000 HPK yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
(FKM UI) bersama dengan Yayasan Institut Danone Indonesia hari ini. Dra.Nina Sardjunani,MA, yang disebut Gerakan Peningkatan Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) , dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dr. Arum Atmawikarta, MPH, Sekertaris Eksekutif, Seketariat MDGs Nasional, BAPPENAS, menguraikan konsep dan kebijakan pemerintah tentang gerakan 1000 HPK dan pedoman pelaksanaannya . Antara lain ditekankan bagaimana pentingnya masa 1000 HPK, yaitu sejak hari pertama kehamilan sampai anak usia 2 tahun dalam menentukan masa depan bangsa. Ditekankan pula pentingnya memperhatikan status gizi dan kesehatan remaja perempuan calon pengantin. Gerakan 1000 HPK antara lain diarahkan untuk mencapai target antara lain pengurangan balita pendek hingga 40 persen, balita kurus kurang dari 5 persen, bayi lahir dengan berat badan rendah berkurang sebesar 30 persen, tidak terjadi peningkatan jumlah anak gemuk dan meningkatnya angka pemberian ASI eksklusif setidaknya 50 persen pada tahun 2025.

Menurut Prof.Soekirman gerakan 1000 HPK pada hakekatnya bukanlah upaya baru dalam perbaikan gizi . Melainkan membangkitkan kembali dan menyempurnakan upaya perbaikan gizi lintas sektor yang dalam tahun 1970-1980an yang dikenal sebagai program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) yang berbasis di masyarakat dengan Pendidikan Gizi Masyarakat, Posyandu, Tanaman Pekarangan dan Kebun Sekolah, dan Sistem Kewaspadaan Gizi. Perbedaan yang nyata adalah keterlibatan swasta dan industri yang selama ini kurang mendapat perhatian. Dalam gerakan global SUN maupun 1000 HPK ditekankan pentingnya keterlibahan pihak swasta dan industri dalam menangani masalah gizi.

Prof. Soekirman, menjelaskan, “Keterlibatan pihak swasta sering dipandang sebelah mata bahkan kadang-kadang dijauhi dalam konteks penyelesaian masalah gizi dan kesehatan umumnya. Padahal apabila dilakukan dialog dengan benar, kemitraan tersebut bisa meningkatkan efektivitas program perbaikan gizi dan peningkatan kesehatan masyarakat. Untuk itulah seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah sosialisasi dan tinjauan sejauh mana pihak swasta bisa mendukung gerakan 1000 HPK di Indonesia.”

Salah satu pihak swasta yang hadir dalam seminar ini adalah Nutricia yang diwakili oleh Ditmar Koster, Presiden Direktur PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) yang menyatakan, “Di Nutricia, kami memiliki kekhawatiran yang sama dengan pemerintah dalam penanganan beban ganda masalah gizi sesegera mungkin. Melalui berbagai kebijakan yang kami terapkan dalam perusahaan, Nutricia ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan gizi bangsa dengan kepedulian, pemahaman yang mendalam dan keahlian kami dalam bidang gizi.”

“Kami mendukung sepenuhnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dengan menerapkan kebijakan terkait aktifitas marketing kami yang sepenuhnya mematuhi Kode WHO dan pelaksanaan PP 33 tentang ASI. Secara internal kami mempunyai kebijakan menyediakan ruang laktasi dan memberikan cuti hamil selama empat bulan bagi seluruh pegawai Nutricia.” lanjut Ditmar.

Pembicara-pembicara lain Dr.Endang Achadi, MPH, Dr. PH, dari Departement Gizi Kesmas Universitas Indonesia, Dr.Elvina Karyadi dari Micronutrient Initiative, Dr. Safarina Malik, MS, PhD dari Lembaga Eijkman untuk Biologi Molekuler, Universitas Indonesia dan Iip Saiful, SKM, MKes dari Kementerian Kesehatan, menekankan pentingnya memberikan perhatian penuh pada masa 1000 HPK, karena merupakan periode kritis pertumbuhan fisik serta perkembangan otak dan organ-organ tubuh penting lainnya. Dampak dari terjadinya hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada masa ini akan bersifat permanen, dan intervensi gizi dan kesehatan tidak akan memberikan hasil optimal. Sebaliknya, strategi
intervensi yang ditujukan pada masa ini atau bahkan sebelumnya, seperti pada calon ibu dan remaja puteri, akan memberikan hasil yang efektif.

Unduh versi dokumen:

[BERITA PERS] Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Galakkan Gerakan 1,000 Hari Pertama Kehidupan