Early Life Nutrition Sangat Penting Dalam Sistem Kekebalan Tubuh, Perkembangan Otak dan Pertumbuhan Fisik di Masa Keemasan Anak
27 Januari 2014

Early Life Nutrition Sangat Penting Dalam Sistem Kekebalan Tubuh, Perkembangan Otak dan Pertumbuhan Fisik di Masa Keemasan Anak

Nutrilon Royal dengan formula baru yang disesuaikan dengan tahapan tertentu seorang anak dimulai dari pertumbuhan dan perkembangan serta memberikan dasar-dasar untuk pengembangan dari sistem kekebalan tubuh, perkembangan otak yang optimal dan pertumbuhan fisik

 

Singapura, 12 Desember 2013 – Early Life Nutrition (ELN) memberikan nutrisi lengkap dan seimbang pada masa awal kehidupan anak. Nutrisi selama periode emas (golden period) kehidupan anak telah terbukti memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan, kesehatan jangka panjang sehingga memberikan kontribusi pada kesuksesan anak di masa depan. Asupan gizi yang seimbang selama periode ini oleh karenanya sangat penting, terutama untuk pengembangan sistem imun tubuh anak, otak dan pertumbuhan fisik.

Anak usia dini membutuhkan enam kali lebih banyak nutrisi daripada orang dewasa. Namun demikian, kapasitas perut anak-anak berukuran lima kali lebih kecil. Oleh karena itu, untuk di setiap satu sendok makan anak usia dini diperlukan komposisi nutrisi tertentu.

Eline van der Beek, Direktur Riset Nutricia Research mengungkapkan, “Cara kita tumbuh berpengaruh pada kesehatan kita di masa depan. Struktur dan fungsi organ dalam setiap individu dimulai dari gen-gen yang kita miliki. Namun, faktor eksternal (pengaruh dari lingkungan) juga memainkan peranan penting bagaimana sistem ini akhirnya berkembang dan selanjutnya membantu tercapainya potensi maksimal setiap individu. Penelitian membuktikan bahwa nutrisi yang diterima sejak kehamilan dan periode setelah kelahiran, seperti periode emas anak, akan memberikan dampak signifikan pada kesehatan mereka di masa depan.”

Perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini sangat cepat, terutama hingga usia tiga tahun ketika tubuh mereka membutuhkan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mengakomodasi perubahan tersebut. Dengan demikian, sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan nutrisi yang tepat dan seimbang, yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka selama masa pertumbuhan dan perkembangan fungsionalnya.

Nutrisi yang tepat selama awal kehidupan seorang anak dapat mengurangi risiko terjangkit penyakit tidak menular. Kualitas nutrisi dalam kehidupan awal mempengaruhi perkembangan fungsi sistem imun tubuh, otak dan pertumbuhan fisik.

“Lingkungan sehat dari ibu hamil dan bayi yang bebas dari polusi, asap rokok, dan stress psikis, serta pola nutrisi yang baik, harus diberikan pada mereka. Sistem pencernaan anak usia dini yang didukung oleh prebiotik dan probiotik (microbiota yang baik) akan bekerja mendukung daya tahan tubuh mereka, mempengaruhi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik, pada masa anak dan remaja, serta mencegah risiko terjadinya penyakit-penyakit tidak menular seperti kanker, hipertensi, diabet, penyakit saluran nafas dan penyakit kronis lain di usia lanjut,” ujar DR. dr. Anang Endaryanto, SpA(K) – Divisi Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo/ Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Sementara  DR. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak & Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo/ Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya menambahkan, “Ketika anak lahir, pertumbuhan otaknya baru mencapai 25% otak orang dewasa. Hanya dalam waktu 2 tahun, pertumbuhan otak telah meningkat pesat hingga 80%. Dan, pada usia 6 tahun, sudah 95%. Praktis, betapa pentingnya usia 6 tahun pertama, terutama 2 tahun pertama, bagi pertumbuhan otak anak. Pada masa awal inilah, pemenuhan nutrisi akan menjadi penentu utama kualitas jangka panjang otak seorang anak”

Pertumbuhan otak juga harus diiringi dengan pertumbuhan fisik, yang ditandai dengan peningkatan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan tonus otot. Laju pertumbuhan tercepat setelah lahir adalah tiga tahun pertama.  Berbagai perubahan ukuran tubuh ini dikoordinasi oleh kematangan otak dan sistem saraf, yang kemudian menghasilkan perkembangan keterampilan motorik pada anak, baik motorik halus maupun kasar

“Dalam Early Life Nutrition, kami menerjemahkan hasil ilmu pengetahuan yang kami dapatkan ke dalam pengembangan produk kami yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu seorang anak,” kata Eline.

Nutricia Research di Singapura merupakan pusat dari Nutricia Research di Asia dan didedikasikan untuk memahami peran gizi pada awal kehidupan dan dampak kesehatan. Nutricia Research yang dikenal sebagai pelopor dalam ELN dan memiliki kolaborasi dengan para ilmuwan dan lembaga-lembaga tepercaya di seluruh dunia, saat ini mempekerjakan lebih dari 400 karyawan di 20 negara, diantaranya terdapat lebih dari 200 ilmuwan dan ahli serta 80 orang bergelar PhD.

Matthias Seidl, R&D and Site Director, Nutricia Research at Danone Nutricia Early Life Nutrition mengatakan, “Penelitian kami di Nutricia Research berfokus pada tantangan gizi atau kesehatan pada awal kehidupan seperti fungsi daya tahan tubuh, kesehatan pencernaan, perkembangan dan pertumbuhan yang optimal serta kinerja kognitif. Selain itu, kami memiliki ilmuwan dan ahli ternama dari bidangnya masing-masing.”

Nutricia Research bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, National University of Singapore dan lain-lain. Saat ini ada 13 studi klinis yang sedang berjalan yang dilakukan di 32 rumah sakit yang tersebar di enam negara Asia Pasifik.

Matthias melanjutkan,” Kami percaya bahwa penelitian yang dilakukan di Nutricia Research memenuhi kebutuhan gizi dan tantangan dari masyarakat di Asia Pasifik dalam memberikan nutrisi yang tepat pada awal kehidupan demi kesehatan dan kesejahteraan konsumen kami.”

Unduh versi dokumennya di:

Berita Pers Pronutra