Beban Ganda dan SUN

Tantangan beban ganda dalam permasalahan gizi (double burden of nutrition) Indonesia merupakan tantangan yang unik dan kompleks, yang tak mengenal batasan kelas sosial, ekonomi maupun geografi.
Masalah Beban Ganda di Indonesia

Negara kita terus mencetak kemajuan dalam memenuhi komitmennya terhadap Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDG), dalam mengurangi angka kematian bayi dan mengatasi masalah kesehatan di daerah yang belum sejahtera. Namun hingga kini, satu dari tiga anak Indonesia di bawah usia lima tahun mengalami pertumbuhan stunted, yaitu keadaan tubuh yang sangat pendek di bawah rata-rata usia. Artinya, lebih dari 7,6 juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan yang tidak optimal akibat kekurangan gizi.

Di sisi lain, kita juga tengah menghadapi sebuah tantangan baru, yaitu anak yang tumbuh dengan kelebihan gizi. Hal ini terjadi khususnya di daerah perkotaan yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat dan memiliki kelas menengah yang terus berkembang. Dengan penghasilan keluarga yang semakin meningkat, pola makan pun akan berubah, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Studi Riset Kesehatan 2010 menunjukkan bahwa 14% dari anak Indonesia mengalami kelebihan berat badan. Angka ini mengalami peningkatan dari hanya 12.2% di tahun 2007.

Kelebihan gizi dan obesitas pada masa awal kanak-kanak dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang. Obesitas pada masa awal kanak-kanak adalah salah satu faktor risiko terbesar diabetes, kardiovaskular dan masalah jantung di tahap kehidupan selanjutnya. Bahkan, The Prevalence of Diabetes Journal yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa di tahun 2030, Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia, akan memiliki angka penderita diabetes tertinggi yaitu sekitar 21,3 juta orang.

early-life-nutrition-FA(en)

Membangun Kerja Sama di Seluruh Indonesia untuk Membangun Komunitas Kesehatan Masyarakat Berkelas Dunia

Pemerintah tidak dapat mengatasi tantangan beban ganda dalam permasalahan gizi yang terus berkembang ini bila bertindak sendirian. Kita membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah dengan swasta untuk meningkatkan kesehatan gizi awal kehidupan (Early Life Nutrition atau ELN) di seluruh Indonesia.

Nutricia berkomitmen untuk membina hubungan yang baik dan bekerja sama dengan pemerintah, komunitas kesehatan masyarakat, serta pemuka masyarakat untuk membantu orang tua menyediakan pilihan gizi yang tepat dan seimbang untuk anak-anaknya. Kami berperan sebagai pemimpin dalam peningkatan edukasi ELN, perluasan akses pelayanan kesehatan dan penciptaan peluang ekonomi bagi para ibu agar mereka dapat memberikan buah hati mereka awal yang tepat untuk menjalani kehidupan yang sehat.

Scaling Up Nutrition

Nutricia Indonesia mendukung komitmen negara kita terhadap gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) dan pentingnya SUN sebagai pondasi nasional dalam meningkatkan kesadaran akan ancaman kekurangan dan kelebihan gizi anak-anak.

SUN merupakan gerakan yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengatasi tantangan pemenuhan ELN anak di seluruh dunia. Indonesia termasuk dalam 34 negara yang telah secara resmi meluncurkan gerakan SUN nasional. SUN di Indonesia diprakarsai oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Nutricia bangga dapat menjadi bagian dari ratusan organisasi, institusi dan perusahaan yang berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung SUN dan menjadikan pemenuhan ELN bagi ibu dan anak sebagai prioritas utama negara untuk membangun generasi saat ini dan masa datang di Indonesia.

Pendapat Pakar Kesehatan Mengenai Early Life Nutrition

Dr. dr. Noroyono Wibowo, SPoG (K)
Mengenai Pentingnya Early Life Nutrition


Dr. Widjaja Lukito, PhD, SpGK
Mengenai Beban Ganda


Dr. Yoga Devaera, SpA(K)
Mengenai Menyusui dan Gizi Anak